e-Development Teknonologi Informasi dan Komunikasi(TIK) untuk Pembangunan Daerah serta Penerapan e-Goverment dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat.
blog ini berisi tulisan dan informasi tentang kejadian di kab. Sikka. selain itu blog ini juga berisi tulisan beberapa penulis lokal yang pernah dimuat di beberapa blog saya sebelumnya. semoga saja catatan informasi yang masih tersimpan ini bisa menjadi referensi bagi anda. Epan Gawang
SOSIALISASI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI
e-Development Teknonologi Informasi dan Komunikasi(TIK) untuk Pembangunan Daerah serta Penerapan e-Goverment dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat.
Mutasi Lagi, PEJABAT ESELON III dan IV
Maumere, Sepertinya Proses mutasi PNS diKabupaten Sikka belum berakhir, untuk ketiga kalinya dalam tahun 2010 ini berlangsung Mutasi pejabat pada pemerintahan nian Sikka ini. Pelaksanaan bongkar pasang pejabat kembali digelar dengan target pada Pejabat Eselon III & IV.
PERJUANGAN KANILIMA
(Cuplikan dari buku KANGAE ARADAE, Penulis Longginus Diego))
Kanilima adalah sebuah organisasi kecil yang diambil dari nama daerah asal para tokoh yang tergabung didalamnya, yakni dari wilayah Kangae, Nita dan Lio – Maumere sehingga disingkat Kanilima.
Kanilima yang didirikan tahun 1948 hadir sebagai sebuah kelompok reformasi yang mendobrak tembok rezim feodal otoriter serta mengikis politik dominasi Sikka atau sikkanisasi. Mereka berjuang dengan tujuan membuka kran demokrasi di Kabupaten Sikka. Melalui sebuah peristiwa yang dikenal dengan Wai Oti Berdarah pada 04 Mei 1948, pentas demokrasi pun dimulai di Kabupaten Sikka.
Longginus Diogo, dalam buku Kisah Kerajaan Tradisional Kangae Arade, Nian Ratu Tawa Tanah (27/02/2009) menuturkan, menulis sejarah Kanilima bukan berarti mau mengungkit masa lampau, karena sejarah adalah sebuah studi dan pelajaran. Melalui sejarah, orang mempelajari masa lampau untuk menata masa depan yang lebih baik. Kanilima adalah sebuah sejarah, jadi perlu dikenal dan dipelajari.
PANSUS Nonaktifkan Roby Lameng
Sikap itu disampaikan Roby di Kantor DPRD Sikka Senin 17 Mei 2010 usai Laporan Hasil Kerja Panitia Khusus dalam Rapat Paripurna V masa sidang III DPRD Sikka
Kepada maumere OnLine, Roby mengatakan dirinya menolak menandatangani rekomendasi yang disampaikan Tim Pansus DPRD karena tidak sesuai item pertanyaan yang ditujukan kepadanya untuk dijawab saat pemeriksaan dirinya. “saya tidak mungkin menandatangani apa yang tidak sesuai jawaban yang saya berikan” Karena itu Roby juga mengatakan bahwa hasil kerja Pansus itu tidak sah, ia menilai berita acara itu tidak lengkap karena itu cacat hukum.
TURAP UNTUK PANTAI KOTA UNENG
PENDIDIKAN DI KABUPATEN SIKKA
Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional dan sudah berjalan sejak lama. Namun melihat sistem pendidikan dengan standar kelulusan yang sangat rendah untuk Kabupaten Sikka mungkin menjadi tongak kebangkitan kembali dunia pendidikan di Kab. Sikka. Berdasarakan data kelulusan tahun 2009 lalu untuk tingkat SMA/SLTA tingkat kelulusan masih mencapai 44,87 persen dari total siswa 1.569.
Promo dan Jualan ala Kartini Maumere
Memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2010 tepat berusia 131 tahun, ibu-ibu (baca:perempuan) seluruh Indonesia memperingatinya dengan berbagai kegiatan. Kartini, atau lebih sering kita sebut Ibu Kartini lahir seratus tiga puluh satu tahun yang lalu di Jepara (Pulau Jawa) merupakan seorang anak perempuan bangsawan Jawa. Beliau merupakan pelopor gerakan perempuan yang mendobrak monopoli pria atas hak menikmati pendidikan di jaman itu.
Hasil Ujian Nasional Membuat Semua Menangis
Sebanyak 46 % siswa SMA Negri I Maumere atau 144 siswa di nyatakan lulus dari total 313 siswa yang ikut ambil bagian pada Ujian Nasional Tingkat SMA pada tahun ajaran 2010 ini. Sisanya sekitar 169 siswa dinyatakan tidak lulus, demikian disampaikan Kepala Sekolah SMA Negri Satu Maumere Drs. Romanus Api pada pengumuman hasil UN tahun 2010 ini di Aula SMAN 1 Maumere Senin 26 April 2010. Hasil kelulusan ini turun sekitar 50 persen dari presentase kelulusan tahun lalu yang mencapai 93 persen.
Kelulusan UN Kabupaten Sikka 18 Persen
Hasil kelulusan Ujian Nasional Kabupaten Sikka menurun sangat tajam hingga 18,20 persen dibanding tahun 2009 yang lalu 44,87 persen dari total siswa 1.569. Sebanyak 1.780 siswa se kabupaten Sikka yang mengikuti UN 2010 hanya 324 siswa yang dinyatakan lulus sisanya 1.456 tidak lulus, demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah raga Kab. Sikka Yohanes Rana SPd, saat di temui Maumere OnLine di ruang kerjanya Senin, 26 April 2010, jam 11.30 Wita di dampingi oleh Kabid Pendidikan Menengah Maria Ance Eting SPd, Mpd.
MP-TPTGR Harus Tegas
Munculnya berbagai berita kasus hukum atas PNS akibat terjerat dalam berbagai bentuk tindakan korupsi, penyalahan wewenang atau pengambilan keputusan yang keliru dimana berakhir dengan vonis bersalah hingga masuk bui menjadikan coreng buruk untuk birokrasi negri ini juga di kabupaten Sikka.
BRI Maumere Realisasi KUR 10 M
Pemimpin Cabang BRI Cabang Maumere Agus Riyadi saat memberikan sambutan pada Undian Berhadiah Simpedes BRI semester II periode 2009, di Alan Wedding Hall Waidoko, Sabtu (17/4), menyampaikan perkembangan produk tabungan Simpedes di BRI selama ini jumlah penabung posisi Desember 2009 lalu sebanyak 24.569 nasabah dengan total simpanan Rp 60 miliar.
Bandara Waioti berubah menjadi Bandara Frans Seda
Di ruang Kulababong DPRD Sikka dalam rapat Paripurna tentang Penetapan pergantian nama Bandara Waioti dan Pemberian nama Pelabuhan Laut Maumere. DPRD Menyetujui pergantian nama bandara menjadi Bandara Frans Seda dan Pelabuhan Laut Sadang Bui menjadi Pelabuhan Lauren Say pada 25 Maret 2010
Dari laporan kunjungan kerja tim DPRD Sikka bahwa selama proses sosialisasi ke masyarakat masih terdapat Pro dan Kontra atas usulan pergantian nama tersebut.
Longginus Diogo- seorang guru dan pemerhati sejarah dari Kewapante menyatakan dukungannya terhadap pergantian nama Bandara Waioti menjadi Bandara Frans Seda sebagaimana yang disetujui oleh semua Fraksi di DPRD Sikka pada 25 Maret 2010 lalu. Menurut Diogo, Kloang Waioti yang kini menjadi kelurahan Waioti tetap menyandang nama Waioti. Dengan demikian, akunya, nama bandara yang diganti itu tetap disebutkan sebagai Bandara Frans Seda yang berada dalam wilayah Kelurahan Waioti atau kloang Waioti.
“Dalam konteks kebijakan pergantian nama bandara Waioti menjadi Bandara Frans Seda ini, sama sekali tidak memberangus keberadaan Waioti sebagai sebuah wilayah kesatuan adat warisan leluhur para warga Desa Watugong,” kata Diogo dalan siaran pers.
Diogo menyampaikan hal ini menyusul adanya pendapat dan aspirasi wargha Watugong sebelumnya yang menolak rencana pergantian nama Bandara Waioti menjadi Bandara Frans Seda. Aspirasi penolakan ini disampaikan warga Watugong kepada anggota DPRD Sikka yang melakukan kunjungan kerja ke Desa itu pada bulan Maret.
“Jika kebijakan Pemkab Sikka hanya menggantikan nama Bandaranya, janganlah kita melakukan sumpah adat karena sumpah adat itu akan kembali kepada kita sendiri atau dalam bahasa adat disebut Padong Puat. Kita harus berhati-hati dan jeli melihat inti permasalahan dalam melakukan upacara sumpah adat. Karena intinya adalah pergantian nama Bandara, bukan bukan pergantian nama wilayah kesatuan adat. Nama Bandara Waioti baru muncul seputar tahun 1944, sedangkan nama Waioti sebagai wilayah adat sudah lahir sejak zaman asli tradisional,” kata Diogo.
Ditegaskannya, pergantian nama bandara,pelabuhan, dan jalan bukanlah hal yang baru dan tabu. Diakuinya, pada awalnya nama bandara didasari pada nama tempat bandara itu berada. Misalnya, Bandara Penfui. Dalam perjalanan sejarah nama bandara Penfui diganti dengan Bandara El Tari. Demikian pun Bandara Cengkareng diganti menjadi Bandara Soekarno-Hatta.
“Nama Penfui dan Cengkareng tetap eksis sebagai nama wilayah. Demikian pun keberadaan wilayah Waioti sebagai nama Kloang atau pun nama kelurahan, tidak akan terberangus oleh pergantian nama ini,” katanya.(top)
MENGENANG SEABAD PASAR "GO LIE TING" (Geliting)
Maumere_ Sabtu, 27 Februari 2010, menelusuri catatan sejarah perihal asal muasal pasar Go Lie Ting tidaklah mudah, apalagi perjalanan sejarah itu sudah berlangsung seabad lalu. Sebagai orang muda yang mau belajar dari catatan sejarah, kami mencoba untuk menemui tokoh lokal di Kecamatan Kewapante.
TAHUN 2010 PASAR GELITING MENCAPAI USIA 100 TAHUN
PASAR, dalam bahasa Sikka disebut Regang. Arti harafiahnya bertemu. Istilah kata ini bermakna pertemuan antara penjual dan pembali. Lebih dalam dari itu ada sebuah ungkapan tentang bentuk interaksi social dalam kehidupan bermasyarakat untuk merekatkan kebersamaan, persaudaraan, dan rasa kekeluargaan. Itulah makna dan manfaat pasar tempo doeloe yang masih dirasakan hingga sekarang.
Tabunganku BI di Kabupaten Sikka
Semparong Butuh Perhatian Pembangunan
Maumere_ Dari empat kelurahan dan tiga desa yang masuk dalam wilayah Pemerintahan Kecamatan Alok, Desa Semparong di Pulau Sukun merupakan daerah yang masih jauh dari perhatian pembangunan. Hingga saat ini pelabuhan belum ada dan angkutan laut ke Semparong masih menggunakan kapal nelayan yang kesehariannya dipakai untuk menangkap ikan dilaut. Demikian hal ini dikemukakan Camat Alok Kabupaten Sikka Silvanus Tibo, di Ruang Kerjanya Kantor Camat Alok Jl El Tari Maumere, belum lama ini. Menurut Tibo, warga Desa Semparong sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah dan DPRD yang ada di Kabupaten Sikka. Pasalnya diwilayah ini belum dilengkapi dengan fasilitas pembangunan yang memadai, seperti sarana transportasi baik dari Semparong maupun ke Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka. Selain itu Semparong juga membutuhkan pelabuhan, sarana komunikasi, jalan dan bidang pembangunan lainnya yang lebih memadai.
PEMERINTAH BELANDA TINJAU PANTURA FLORES
Maumere_“ Pemerintah Belanda berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Flores, terutama dibidang pembangunan sarana dan prasarana jalan di utara Flores. Untuk itu sebagai tahap awal utusan Pemerintah Belanda perlu melakukan survei “ jelas Robert Tjandrakusuma yang mendampingi utusan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Dolf Stob dan Egbert Steen Berge Rabu (10/02) lalu saat meninjau ruas jalan pantai utara (Pantura) Pulau Flores.
Suku Bajo:Tali Kerukunan untuk Sikka
Tidak banyak warga kabupaten Sikka yang tahu mengenai penyebaran suku Bajo di kabupaten Sikka. Tim redaksi maumere OnLine pun belum menemukan sumber pustaka yang cukup pasti menyebutkan kapan suku Bajo ini untuk pertama kali mendiami nian Alok. Raja Sikka, Don Thomas (1920-1942) yang memindahkan ibunegeri kerajaan Sikka ke Maumere memberi tempat khusus bagi warga Bugis dan Tionghoa untuk bermukim di pesisir pantai Maumere.
NANGAHALE, PEMUKIMAN TANPA DRAINASE
MUSRENBANG 2011
Maumere _Camat Mego Paulus Setu Seda, BA mengatakan
Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrengbang ) Kecamatan setiap tahun diselenggarakan bukan kegiatan rutinitas serimonial belaka tapi penyelenggaraan ini merupakan manifestasi dari kesadaran kita semua untuk dapat mensukseskan pelaksanaan pembangunan bagi terwujudnya kesejeteraan masyarakat.