Kisah tradisi lisan warisan budaya Lepo Meken menuturkan kisah Moan Bemu Aja seorang keturunan dari Moan RaE Raja asal Buanggala (Benggala = Bangladesh). Moan Bemu Aja terdampar di soda Otang Watumilok. Sebuah Nuba Nunga milik Wolon Meken Detun.
Kisah itu tertuang dalam syair – syair adat berikut ini :
1. Wake Ratu Puku Nulu =Kuangkat Ratu perdana
Ama Raja Bano Wao =Ayahanda Raja Pemula
Ama Moan Bemu Aja =Ayahanda Bemu Aja
Ama RaE Raja Nian =Ayah dari buminya RaE Raja
Ratu Mitan Tawa Tana =Ratu pribumi asal -tanah
Meken Detun Wololaru =Meken Detun Wololaru
KangaE AradaE =KangaE AradaE
2. Ngen amin lau siam umalaya =Asal kami dari Siam Umalaya
Lau Buju Boja Bara Laka =Dari Buju Boja Bara Laka
Lau Sina Sipa malaka =Dari Sina Sipa malaka
Nora urut bleme lemer =Ketika longsor menenggelamkan
Lau Buanggala Blabat Bitak =Buanggala terpecah belah
Lau sali selong lagan taak =Saliselong hancur berantakan
Ami mapa bapa lau ma =Kami mengungsi ke sini
Mora tena mengun blebo =Dengan perahu bertiang rapuh
Jang dokong blon =Perahu batang panjang
Lolo lalang =melaju lancar
3. Nora lupa matan glumak =Ketika kami tertidur
Sape poa inga ami teleng =Hingga siang kami pandang
Te poa inga hile jaung =Dan siang terang benderang
Weru ganu rawin tawa =Indahnya bagai pelangi
Oa… toma ora Wolan Mapan Gahar =Kutemukan Bukit Barisan
4. Ngen amin lau tanah malar =Asal kami di negeri yang elok
Lau Kowa gapu temak =Di negeri terselimut kabut
Uran bura wair planar =Hujan putih airnya bening
Gu toma nian =Kutemukan negeri
Nian ami ene litin giit =Negeri yang kami tidak menetap
Gu ami toe lose leu =lalu kami tinggalkan
Tana ami ene gera mangan =Negeri yang kami tidak huni
Ami mapa bapa lau ma =Kami berlayar ke sana
Lau Nian Gorong =Di negeri Gorong
Lau tana Serang =di bumi Serang
5. Edo bledo lau ia =Gempa mengguncang di sana
Nurun bitak lau ia =Longsor ter jadi disana
Bitak lau Binaya =bencana terjadi di Binaya
Ami mapa bapan lau mai =Kmi berlayar kemari
Ledu seru lau mai = Menyusuri tepian laut
Mora tena mangun blebo =Dengan perahu beriang rapuh
Jong dokong blon =kapal batangan panjang
Lolo lalang =Melaju lancar
Depo Watu Beta =Melalui Watubeta
Depo kei tana Timu =Melalui Kei Tana Timu
Nunu Roa, Wuli Ari, =Nunu Roa Wuli Ari
Ledu foma Kesar Wetar =Menyusuri Kesar Wetar
6. Wutun fosi ami foma =Dan akhirnya kami temukan
Wolo blo napan gahar =Bukit panjang berbatu wadas
Tana Iwan kimang Kiwan =Bumi Iwan Kimang Kiwan
Mano Koko dapon doan =Ayam berkokok panggil terus
Kako reta Meken Detun =Berkokok di Meken Detun
Wawi kek bele lepe =Babi ‘’kek’’ menjemput kami
Kek reta Wolo larun =Babi ‘’kek’’ di Wolo larun
Gu uli dugi wogan dagan =Kemudi kandas gandrung terdampar
Tiwan lau Galeau =Berlabuh di galeau
Soda Otang Watumilok =Soda Otang Watumilok
Watumilok meluk meten =Watumilok harapan indah
Meten Waun mole luat = Harapan kini dan hari esok
7. Gu au Moan Bemu Aja =Dan Aku Bemu Aja
Awi napun wau jaur =Melalui kali yang teduh sejuk
Bar wolon liro bliran =Mendaki bukit berangin segar
Kotin wuan jugu-jeget =Dilindungi Kotin berbuah lebat
Lodar ganu teke telon = Bersusun bagai telor tokek
Reta aur gajun wekak nain =Di hutan aur tenggeran kakatua
Todang Detun Mahe Moun =Todang Detun Megalit Agung
KangaE AradaE =KangaE AradaE
Ora ina ata bekor nian =Bersama ibu pemula
Ora ama ata blira tana =Bersama ayah pengasal
Tuke weli nian mitan =Kutunjang negeri yang asli
Nian duan ganu muu =Bumi matang bagai pisang
Tubar weli tanah teran =Kutopang wilayah yang kokoh
Tana teran ganu oa =Wilayah kokoh bagai “oa”
8. Au Moan Bemu Aja =Aku Moan Bemu Aja
Ora wain Dua Legur Rewu =Beisterikan Dua Legur Rewu
Dadi Ina Gete Ama Gahar =Menjadi pembesar negeri
Ratu Raja Moan Puan =Ratu-Raja pemimpin perdana
Huu weli kuat puat =Kujunjung pangkal marga
Kuat puan Lai meken =Marga asal dari Lai Meken
Kobor ora Wungun Wutun =Kupanggul ujung suku
Wungun Wutun Bemu Aja =Ujung suku Bemu Aja
Kuat piren dapar nian =Marga tabuh melekat bumi
Wungunglaran Klakak tana =Suku sakti menempel buana
Gu au teri ganu ina buan =Aku Bagai Ibu Kandung
Litin ora watu wua =Kududuki batu keramat
Watu mahang gajak ahang =Batu sesajen dari geraham gajah
Papan ganu ama gae =Kupangku bagai ayah penimang
Papan ora mahe kelan =Kupangku Megalit Indah
Mahe Krowe Kuat Puan =Megalit Krowe asal marga
Mahe Moan Kelan Kirek =Megalit Agung Terukir Indah
To’e ora gai koeng =Kupegang tongkat pelilit
Gai Koeng ata riwun =Tongkat Pelilit Rakyat
Egun Ora Enak Legen =Kugenggam Rantai Pelingkar
Enak Legen Ata Ngasun =Rantai Pelingkar Masyarakat
Oa Ora Pigang Pitu =Kumakan dalam tujuh piring
Pigang Pitu tena sisa mitan =Tujuh piring pembawa sesajen
Oa wuwu ora riwun =Kuberbagi dengan rakyat
Inu Ora Luli Walu =Kuminum dalam delapan cangkir
Luli walu tena loka meran =Tujuh Cangkir Pembawa Kurban
Inu maa ora ngasun =Minum berbagi dengan masyarakat
Topo ora riwun aun =Kupanggil rakyatku
Le timu Lero Hae =Ditimur Matahari Terbit
Le Laban Keso Lero Boleng =Ditempat Keso Matahari Muncul
Le Wua Biri Taan Bana =Di Wua Biri Taan Bana
Le Ian Petun Wutun =Dihutan Betung berpucuk
Wele ora ngasun aun =Kejemput Masyarakatku
Wawa Warat Wulan Lemer =Dibarat Matahari Terbenam
Wawa Nian Wolo Buleng =Di anjing melolong bukit buleng
Wawa Tuan Tana Rakan =Dihutan perburuan
Wawa tana Bao Puhun Dapa =Dinegeri bao berbunga mekar
Gu Au Moan Bemu Aja =Dan Aku Bemu AJa
Litin giit e bau =Menetaplah di sini
E bau mahe Moan =Di sini Megalit Agung
Mahe Moan Kelan Kirek =Megalit Agung Terukhir indah
Meken Detun Wololaru =Meken Detun wololaru
Mei Erin Blata Tatin =Mei Erin Blata Tatin
KangaE AradaE =KangaE AradaE
Syair – syair dari kisah tradisi lisan tersebut di atas, dapat disimpulkan isinya sebagai berikut :
1. Moan Bemu Aja adalah seorang pendatang keturunan dari Leluhurnya Moan RaE Raja (asal Benggala). Beliau mendirikan kerajaan KangaE, diperkirakan pada tahun 900 M. Bemu Aja diangkat menjadi Ratu asal Tana.
2. Asal – Usul Bemu Aja itu dari Benggala (Bangladesh) wilayah pegunungan Himalaya. Karena terjadi bencana alam yang dahsyat di Benggala hingga Saylan, maka mereka mengungsi – mengungsi menggunakan rakit, menyusuri jazirah Malaka. Dari malaka mereka menyebrang ke Bukit Barisan (Sumatera)dan diperkirakan bermukim di daerah Sriwijaya.
3. Moan Bemu Aja keturunan RaE Raja yang berasal dari wilayah yang ditutupi kabut tebal dan diliputi salju (Himalaya) ini, dilahirkan dan dibesarkan di sriwijaya, suatu negeri yang kemudian ditinggalkannya. Bemu Aja meninggalkan Sriwijaya seputar tahun 900 M, dan menuju kepulauan Maluku (pulau seram) dan tinggal di Binaya. (Lau Nian Gorong Serang).bemu Aja di perkirakan adalah anggota rombongan dari Armada Raja Bala Putra Dewa dari kerajaan sriwijaya yang berexspensi ke Indonesia bagian timur seputar tahun 900 M.dari Malaka menyebrang ke Pulau Sumatra yang disebutnya Wolo Mapan Gahar (bukit barisan), dan diperkirakan bermukin di daerah Sriwijaya.
4. Bemu Asal negeri yang ditutupi kabut dan salju,dan menemukan daerah Sriwijaya, yang kemudian ditinggalkannya.
5. Gempa mengguncang binaya tempat diam mereka di Maluku.maka merekapun harus mengungsi, menyusuri kepulaun mulai dari Watubeta, Kei, Aru, Kesar, Wetar.
6. Akhirnya mereka sampai di sebuah Pulau yang disebutnya “Wolo blo napan gahar” arinya Pulau karang yang panjang. Inilah Pulau Ular Naga Sawaria, yang terbentuk dari terumbu karang, atau sekarang bernama pulau flores. Mereka dijemput dengan kokok ayam dan suara babi di Meken Detun. Maka perahu Bemu aja terdampar di Galeau Soda Otang Watumilok, yang adalah Nuba Nanga Wolon Meken Detun. Nuba Nanga adalah pelabuhan, markas berkarang, dan tempat iniasi “sisa soba – demu lero wulan” (= tempat menolak bola dan melakukan pemulihan.
7.Oleh Tana Puan Bogar Bemu Aja dibawa ke Todang Detun tempat pusat wilayah adat yang disebut “Ai Tali” dari Wolon Meken Detun. Todang Detun sekarang menjadi area hutan lindung. Karena itu Mahe Moan sudah tertutup sama sekali, jadi angka sebagai penopang wilayah dan penunjang negeri, di wilayah adat Meken Detun Wololaru.
8.Moan Bemu Aja dinikahkan dengan putri tunggal dari Tana Puan Bogar bernama Dua Lehan Ganu Ledan, yang kemudian disapa dua Legur Rewu (=perempuan penepis debu). Nama ini mengandung arti simbolis yaitu warisan debu zaman primitive ditepis oleh Dua Legur rewu, yang menerima perubahan dan pembaharuan yang dibawa oleh Moan Bemu Aja antara lain :
* pakaian kulit kayu diganti dengan kain sarung tenunan, karena itu Dua Legur Rewu disebut juga Dua Gurun Meran
* alat – alat pembawa sesajen dari buatan lokal berupa “luli korak tawu wajak” (cangkir dan mangkul dari tempurung dan buah labu serta piring dari anyaman daun lontar diganti dengan cangkir, mangkut, pinggan, piring buatan Cina.
* tongkat dari rotan diganti dengan tongkat kayu berkepala perak.
* batu sesajen dari batu biasa diganti dengan batu sesajen dari rahang gajah (=watu mahang gajak ahang)
* sistim pemerintahan asli tradisional “dua moan watu pitu “ diganti dengan sistim kerajaan tradisional
* sistim adat belis yang sederhana disempurnakan kedalam suatu sistim arti yang diwujudnyatakan dalam bentuk simbol - tuak – sarung dan sembar serta babi dan beras sebagai simbol diri perempuan. Sedangkan sirih pinang pisau dan ayam serta perak, perunggu, emas dan gading sebagai simbol diri laki-laki.dilakukan dalam suatu proses saling memberi diri yang disebut “lin- welin-leto-water”
Moan Bemu Aja diserahi Kuasa sebagai penjunjung suku dan pemanggul marga dan menjadi Ratu yang sah bumi asal tana
9. Wilayah kekuasaannya meliputi seluruh wilayah Nuhan Ular Tana Loran (=bagian tengah dari pulau Ular Naga Sawaria), yang meliputi wilayah Hoak Hewer Jli, wetakara, Nele, Kotin, Nita, Wolokoli, Doreng, Hewokloang, waiget, Kringa dan Werang. Di timur nian laban kesa dan di barat Kimang Buleng Tana Bao (nita)
10. Bemu Aja menjadi penguasa wilayah adat Meken Detun Wololaru dan menjadi Ratu kerajaan tradisional KangaE AradaE, yang mencatat adanya 38 Raja Adat dan 1 Raja Koloni belanda.
Sebagai Kerajaan tradisional diperkirakan dari tahun 900 M sampai dengan tahun 1902. Pada 26 Nopember 1902 ratu Keu Nago diserang oleh tentara Belanda “Marsesa” di bawah pipinan Raja Sikka Don Yosephus Mbako ii da Silfa dibantu Moan Nai Juje.
Moang Nai Juje saudara sepupu ratu Keu Nago mendatangi kontrak korte verklaring dengan Belanda dan memerintah dari 8 Desember 1902 sampai dengan 14 Nopember 1925 di mana Kerajaan KangaE dan Nita mengakhiri riwayatnya atas kebijakan Belanda
Moan Bemu Aja pendatang dari Benggala, menjadi kepala pemerintahan dan penguasa wilayah adat di wilayah kerajaan Tradisional KangaE AradaE.
LONGGINUS DIOGO
Kewapante – Namangkewa
ngak jelas ......... klo ngk jelas alias ngk nymbung tlong jgan ditampilkan
BalasHapusTulisan tanpa sumber literatur... ngak jelas dan banyak kejanggalan......
BalasHapuspaling tidak ada yang telah mulai menguraikan sejarah nian tanah. kalo ditanya literatur saya juga ragukan tapi kalo itu adalah syair pantun (cara paling logis untuk menurunkan risalah sejarah pada jaman "belum ada dede google" maka patut untuk di teliti.
BalasHapusNaruk tutur kleteng latar semacam ini patut dilestarikan sehingga dapat menjadi sumber untuk para peneliti yang berminat untuk membuat hermeneutika (tafsiran) guna menemukan beberapa nilai yang ada di dalam ucapan tersebut (sejarah, pesan moral, dsbnya). Kita membutuhkan orang-orang yang berani mengungkapkan sejumlah kearifan lokal melalui seni-seni puitis semacam. Proficiat.
BalasHapusSemoga dengan masukan ,kritik dari saran dari pembaca membuat Bapak Semakin mencari dan menuliskan sejarah dan budaya Sikka buat kami,Generasi penerus Nian Sikka. Terima kasih banyak Bapak Longginus berkat tulisan ini ,kami sedikit tau tentang sejarah Nian Sikka! Mohon Bapak mau menulis tata cara pendelegasian acara pertunangan dengan bahasa duan moannya! Mkasih
BalasHapusAssalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda
BalasHapus