BELIS PEMICU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Maumere, Dewasa ini kekerasan terhadap perempuan semakin marak dan meluas. Banyak kalangan mencemaskan keadaan ini dan mempertanyakan apa sebenarnya yang menjadi faktor pemicu timbulnya berbagai kekerasan dalam rumah tangga khususnya di kabupaten Sikka. Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya belis.
Demikian Koordinator Divisi Perempuan TruK-F Sr. Eustochia, SSps ketika membuka seminar Sehari bertemakan Budaya Belis dan Perempuan di Aula Muspas LK3I Jalan Soekarno-Hatta no.7 Maumere Flores NTT Rabu, (15/09/2010)

IKLIM USAHA SEHAT JIKA DIDUKUNG PEMERINTAHAN YANG BAIK

Maumere, Berbicara mengenai usaha yang sehat sudah merupakan komitmen Nasional yang harus dijalankan pada semua lini pada tingkat pemerintahan mulai dari pusat sampai ke daerah. Hal tersebut bukan adanya regulasi Undang – Undang nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat maupun Keppres nomor 80 tahun 20003 yang sudah dicabut dan diganti dengan PERPRES Nomor 54 tahun 2010 dan lebih dari itu keharusan untuk menjaga iklim usaha secara sehat karena dewasa ini tuntuntutan terhadap kepemerintahan yang baik dalam pelaksanaan administrasi publik.

Nelayan Semparong pulang dari Timor Leste

[caption id="attachment_1018" align="alignleft" width="300"] Nadimin cs di temani staf dinas Sosial Kab. Sikka saat betemu dengan Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM[/caption]

Maumere, Nadimin dan delapan orang rekan nelayannya asal Desa Semparong Kecamatan Alok Kab. Sikka akhirnya kembali tiba di Maumere pada 01 Oktober 2010 setelah ditahan dan diadili oleh pengadilan negara Timor Leste karena memasuki perairan Timor Leste secara legal. Nadimin cs di tangkap Polair Timor Leste pada 16 September 2010 lalu dan diajukan ke pengadilan dua hari kemudian. Beruntung, nasib Nadimin dan teman-temannya diputus bebas dan tidak terbukti bersalah. Atas kebaikan pengadilan Dili, Nadimin cs akhirnya di kembalikan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili kemudian dipulangkan melalui Kupang dan tiba di Maumere.

SAIL INDONESIA 2010 & FESTIVAL SENI BUDAYA SIKKA

[caption id="attachment_997" align="alignleft" width="300"] Perahu Peserta Sail Indonesia 2010[/caption]

Maumere, Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang Kamis, (19/08/2010) bertempat di Hotel Wailiti Jalan Raya Magepanda membuka Pentas Festifal Seni Budaya Sikka dan Sail Indonesia.
Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam sambutan tertulis mengatakan pentas festival seni budaya selama 3 hari harus menunjukan keaslian budaya Sikka yang merupakan peninggalan warisan nenek moyang tanpa mengadopsi kebudayaan lain sehinga peserta Sail Indonesia yang menyaksikan pergelaran pulang dan bercerita kepada kepada keluarga sanak saudara yang ada dinegaranya untuk kembali mengunjungi Indonesia, NTT khususnya di Kabupaten Sikka.

49 thn Kepanduan

[caption id="attachment_982" align="alignleft" width="300" caption="Kegiatan Perkemahan Pramuka didesa Tanarawa, Kecamatan Waiblama kab. Sikka (sabtu 14-08-2010)"][/caption]Waiblama, Apel Peringatan HUT Pramuka Indonesia ke 49 untuk kabupaten Sikka mengambil tempat di Bumi Perkemahan Tanarawa, Desa Tanarawa kecamatan Waiblama, Sabtu 14 Agustus 2010. Peringatan Nasional HUT Pramuka tahun 2010 ini dengan tema “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia”, sementara untuk tema Kwarcab kabupaten Sikka: “Sehati Sesuara Membangun dari Desa”. Perayaan Pramuka tahun ini diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya Perkemahan Pramuka yang berlangsung dari tanggal 11-14 Agustus 2010, Kursus Orientasi Kepramukaan bagi Guru dan Kepala Sekolah dari tanggal 11-13 Agustus dan pagelaran Malam Seni Budaya (Malam Waiblama) yang dimeriahkan oleh masyarakat sanggar seni Kec. Waiblama.