Etimologi Wai Oti
Bandar Udara Wai Oti Maumere sebelumnya adalah pelabuhan udara kelas III sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.50/OT/Phb-1978. Pada tahun 1983 sebutan PelabuhanUdara Wai Oti diganti menjadi Bandar Udara sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.68 Tahun 1983 dan selanjutnya disempurnakan lagi dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.4 Tahun 1995.
Nama Bandar Udara Wai Oti diambil dari nama Kampung yang berada di ujung landasan bagian utara pada Run Way 23. Kata Wai Oti merupakan paduan kata Wai yang berarti Air dan Oti yang berarti Biawak, jenis hewan reptile mirip buaya darat berukuran kecil. Di sisi Timur landasan pacu Bandara ini terdapat sebuah sungai kecil yang dulu dialiri air dan menjadi tempat hunian dari kawanan hewan dimaksud.
Bandar Udara Wai Oti Maumere sebelumnya adalah pelabuhan udara kelas III sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.50/OT/Phb-1978. Pada tahun 1983 sebutan PelabuhanUdara Wai Oti diganti menjadi Bandar Udara sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.68 Tahun 1983 dan selanjutnya disempurnakan lagi dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.4 Tahun 1995.
Nama Bandar Udara Wai Oti diambil dari nama Kampung yang berada di ujung landasan bagian utara pada Run Way 23. Kata Wai Oti merupakan paduan kata Wai yang berarti Air dan Oti yang berarti Biawak, jenis hewan reptile mirip buaya darat berukuran kecil. Di sisi Timur landasan pacu Bandara ini terdapat sebuah sungai kecil yang dulu dialiri air dan menjadi tempat hunian dari kawanan hewan dimaksud.