Kasus Abrasi di pesisir kota Maumere mungkin dalam beberapa tahun kedepan dampaknya sudah bisa di minimalisir. Beberapa wilayah pantai kota maumere sudah di bangun turap (penahan gelombang laut) khususnya sepanjang bibir pantai dari Kelurahan Waioti hingga Kelurahan Kota Uneng.
Saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Propinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan pembangunan turap pengaman pantai sepanjang 310 meter di Kota Uneng Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok Kabupaten Sikka.Demikian ini disampaikan PPK Pengamanan Pantai Propinsi Nusa Tenggara Timur, Dominggus Dama, SST. MT. dalam laporannya ketika menggelar acara Sosialisasi Pelaksanaan Konstruksi Lanjutan Tahap IV Pembangunan Pengaman Pantai di Kampung Buton – Kelurahan Kota Uneng, Rabu (05/04).
Dijelaskan Dama bahwa pelaksanaan pembangunan tembok pengaman pantai di kota Maumere – Kabupaten Sikka merupakan yang pertama di NTT sejak tahun 2008 lalu. Maumere sendiri sudah mendapat jatah pembangunan tembok pengaman pantai sepanjang 1844 kilometer yang terbagi dalam empat tahapan pembangunan sejak tahun 2008 hingga 2010, dan tersebar di Kelurahan Waioti, Wairotang dan Kota Uneng.
“ Untuk menyukseskan pembangunan tembok pengaman pantai ini sangat diharapkan ada dukungan dan suport dari masyarakat, sehingga pelaksanaan ini dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan bersama” ujar Dama
Lurah Kota Uneng, Fransiska Edeltrudis, ketika dikonfirmasi menuturkan bahwa pelaksanaan pembangunan tembok pengaman pentai ini sudah mendapat dukungan dari masyarakat. Karena pembangunan turap pengaman pantai ini merupakan jawaban dari mimpi masyarakat yang selama ini merindukan keselamatan dari ancaman abrasi.
“ yang jelas bahwa masyarakat Kota Uneng mendukung pembanguan tembok pengaman pantai, dan bentuk dukungan ini sudah tertuang dalam surat dukungan “ demikian Edeltrudis.
Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang mengatakan pembangunan tembok pengaman pantai ini demi melindungi masyarakat pesisir dari bahaya abrasi dan tsunami. Untuk itu pelaksanaan pembangunan tembok pengaman ini harus mendapat dukungan dari masyarakat. Sosimus Mitang hadir membuka acara sosialisasi ini di dampingi Wakilnya dr. Wera damianus, MM, Muspida serta Jajaran eksekutif lingkup Pemda Kabupaten Sikka di Kampung Buton-Kelurahan Kota Uneng menjelaskan bahwa selain di Pesisir Pantai Kota Uneng, tembok pengaman pantai ini juga telah dibangun di Kelurahan Beru, Kelurahan Waioti dan Wairotang. Saat ini pemerintah Kabupaten Sikka tengah berupaya untuk mendapat dukungan dana dari pusat guna melanjutkan pembangunan tembok pengaman di Paga, Sikka dan Bola.
Pelaksanaan pembangunan tembok pengaman tahap IV di Kota Uneng ini akan dilaksanakan PT Cahaya Intang Mas, selama 210 hari dengan sumber dana APBN Murni Tahun Anggaran 2010 senilai Rp. 4.167.544.000.-(John Oriwis)
banyak cerita tentang keindahan flores.. saya jadi ingin sekali mengunjungi flores, tapi masih bingung dengan transportasi menuju kesana. kira2 disana aman nggak sih untuk wisatawan? trus biaya yang diperlukan untuk disana sekitar 3-4 hari kira2 berapa ya? :D
BalasHapusThx Pa Tri udah mamapir..kalo anda ingin ke flores paling cepat dgn pesawat lewat bali. ada merpati & batavia air yang melayani penerbanggan menuju kota maumere (sebaiknya booking PP). kalo aman wisata di jamin, banyak kantor polisi & polisinya juga...kalo biaya sangat tergantung tujuan anda. kalo pesawat dps-mof(maumere) antara 600-1jta. hotel standar sampe VIP antara 200-500rb, hanya taxi/angkutan darat dari mof ke obyek pantainya berbeda2..jika anda memang ingin ke flores mungkin tentukan dulu pantai mana yg anda ingin tuju/ obyek wisata mana yg ingin dituju..barulah bisa di hitung biaya keseluruan. kalo hanya oyek yg ada di mof (maumere)-kab. Sikka mungkin cukup dgn 5jt, sdh termasuk pesawat & hotel untuk 3 -4 hari..
BalasHapusSalut Pemda Sikka, JempoL ! Harus diperhatikan sistem teknis tanggul pemecah ombaknya yg bisa menahan & menampung pasir yg di hempas ombak dari tengah lautan sehingga lambat laun dapat membentuk daratan (sistem belah ombak). Sistem turap penarik pasir ini sy kira sudah dibuat oleh Pemda di beberapa kota besar seperti Jakarta, Makasar atau Bali. Setelah daratan berpasir terbentuk Pemda mesti menggerakkan masyarakat untuk upaya berlanjut dengan penanaman bakau di daratan baru tersebut. The King Christ bless Maumere !
BalasHapusWah Turap yah,Mmmm idea yg bgus,soalnya setiap saya pulang kayakx abrasinya semakin parah sblum 1-2 thun yang lalu,dengan kondisi Iklim dan Cuaca sekarang yg tidak tentu,bs saja abrasi semakin parah terjadi di Pesisir Pantai Kota Uneng,buru-buru deh pelaksanaannya,keluargaku kan di Kota Uneng,takutnya pantai terkikis trus,habis deh Kota Uneng 10-20 tahun kemudian,Lot Of Support Buat Pemerintahanx,biar saat aku balik MME dah ada perubahan....
BalasHapus