Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional dan sudah berjalan sejak lama. Namun melihat sistem pendidikan dengan standar kelulusan yang sangat rendah untuk Kabupaten Sikka mungkin menjadi tongak kebangkitan kembali dunia pendidikan di Kab. Sikka. Berdasarakan data kelulusan tahun 2009 lalu untuk tingkat SMA/SLTA tingkat kelulusan masih mencapai 44,87 persen dari total siswa 1.569. Untuk tahun 2010 ini Sebanyak 1.780 siswa se kabupaten Sikka yang mengikuti UN 2010 hanya 324 siswa yang dinyatakan lulus sisanya 1.456 tidak lulus, ini merupakan Pekerjaan Rumah yang besar bagi Pemrintah dan seluruh masyarakat Kab. Sikka.
Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2010 mengambil tema Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa bisa menjadi motivasi baru bagi dunia pendidikan di kabupaten Sikka, khususnya untuk para pengelola pendidikan (Guru). Sebuah pesan khusus di sampaikan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang saat memberikan sambutannya berkaitan dengan rendahnya jumlah kelulusan di kab.Sikka.
"Kenyataan ini mestinya kita jadikan pengalaman berharga untuk melakukan perubahan-perubahan yang dimulai dengan perencanaan yang lebih baik mengarah pada perubahan paradigma perubahan pendidikan kedepan melalui peningkatan kompetensi para guru maupun kompetensi murid, dimana semua komponen pendidikan tanpa terkecuali harus menyadari bahwa terpenting adalah proses terjadi dikelas yang menekankan bagaimana membelajarkan peserta didik" Demikian disampaikan Bupati dihadapan peserta Apel Hardiknas, senin 3 Mei 2010 di Halaman Kantor Bupati Sikka Jl. Eltari.
Pesan ini mungkin ditujukan kepada para guru, khususnya bagi para guru yang bersertifikasi. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 409 orang guru termaksud 7 orang pengawas sekolah yang sudah mendapat pengakuan profesi melalui program SERTIFIKASI GURU, 100 orang guru yang mendapat sertifikasi. Angka ini menujukan jumlah guru yang tersertifikasi dari tahun ke tahun makin meningkat, yang menandakan bahwa kemampuan profesional guru-guru kita, baik guru negri maupun swasta dan perhimpunan para pengawas sekolah tidak diragukan lagi, namun demikian hasil UN SMA/SMK tahun 2010 menjadi tolak ukur keprofesionalan seorang guru sangat mengecewakan bahkan hasilnya sangat buruk, yaitu dengan kelulusan hanya 18,20% untuk SMA dan 44,26% untuk SMK.
Mengingat hasil UN sangat rendah dan buruk sosimus menekankan 4 hal yang harus diperhatikan oleh para guru dan pengawas sekolah: pertaman,Meningkatkan kinerja melalui etos dan disiplin kerja yang tinggi. Kedua, kegiatan belajar harus berbasis pemecahan masalah oleh sebab itu guru adalah kunci pencapaian kompetensi murid sesuai tuntutan kurikulum disamping tanggung jawab dari murid sendiri, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berkarekter. ketiga, untuk guru dewasa diminta agar berperilaku sejalan dengan jabatan guru dan berusaha meningkatkan kemampuan profesionalisme melalui berbagai media yang berkembang pesat di kab. Sikka. keempat, untuk para siswa yang tidak lulus agar mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk ikut ujian susulan pada 10 sampai 14 Mei 2010.(Kanis L./Topan)
Akomodasi guru2 asal kabupaten Sikka yang berada di Jawa agar bisa pulang membhaktikan ilmunya bagi Nian Tana. Jangan justru malah guru2 kita-lah yang membuat pintar generasi muda dari wilayah yg sdh maju tersebut padahal daerah sendiri masih terkebelakang. Pemda mesti serius memperhatikan hal ini. Bilaperlu wacanakan pula bagi seluruh masyarakat Sikka-Flores untuk stop merantau kalau hanya untuk menjadi guru di tanah orang !
BalasHapuswasallam..,
BalasHapussaya Magdalena parera.,kulia di yogyakarta Jurusan Teknik lingkungan Kebumian Veteran Yogyakarta.,menurut saya,sekolah - sekolah kita di Kabupaten Sikka perlu di tambahkan fasilitas-fasilitas seperti Computer,dan internet biar siswa-siswa kita dapat mencari ilmu dan menambah pengetahuan melalui jaringan internet,fasilitas olahraga,serta fasilitas-fasilitas lain yang memadai.
wasallam..,
wah banyak yang hrus dibenahi oleh Kab Sikka,^_^....semuax!!!semua berbalik lagi pada pemerintahnya dan sistemnya,krn Pemerintah yang baik,psti tahu yang dibutuhkan bagi sebuah pembangunan daerahnya,apalgi sekrang lagi gencar2nya Otonomi,soal SDM,penting BGT,cmn harus dibarengi dengan sarana dan prasarana yg memadai,makanya marilah kt cari potensi daerah kita yg bs menghasilkan bnyak pendapatan buat daerah,Indonesia itu sejengkal tanahnya subur,sngat subur,n semua berbalik pada pengelola/pmerintah dan tanggung jawab kt sebagai putra/i daerah....
BalasHapus