Maumere_Kelangkaan pupuk dasar seperti SP 18 dan NPK sangat dirasakan sebagai penghambat bagi tumbuhnya tanaman pertanian. Hambatan tersebut dialami 4 kelompok tani di desa Watumilok Kecamatan Kangae dan desa Wairkoja kecamatan Kewapante.
Informasi tersebut diperoleh maumere OnLine dari Staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi NTT saat berkunjung ke desa tersebut pada hari Jumat 29/1/2010. Kepala Bidang Produksi dan Hortikultur Dinas Pertanian Provinsi NTT, Ir. Yohanes Tay, M.M yang menghubungi rekanan penyalur pupuk Toko Dirgahayu melalui telpon selularnya dari desa Wairkoja mengatakan bahwa memang terjadi kelangkaan pupuk karena distributor pupuk dari Surabaya sampai dengan bulan Desember 2009 belum melakukan pendropingan pupuk, terutama pupuk dasar SP 18 dan NPK yang sangat dibutuhkan petani.
Petugas penyuluh pertanian kecamatan Kangae, Bibiana Bota saat ditemui di lokasi penanaman jagung Hibrida desa Watumilok, juga menyayangkan kelangkaan pupuk tersebut. Ia juga menyayangkan masih minimnya curah hujan tahun ini di desa Watumilok. “Kalau panas begini berlangsung satu minggu lagi maka tanaman jagung hibrida milik 4 kelompok di desa Watumilok yang baru ditanam diatas tanggal 20-an Desember 2009 akan mati kepanasan,” kata Bibiana.
Atas kelangkaan pupuk tersebut, Kabid. Produksi dan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Frady Kabobu menyarankan ada antisipasi subsidi pupuk bagi petani dialihkan ke tanaman musim kemarau seperti kacang-kacangan. Fredi juga menganjurkan agar ke depan harus ada pernyataan dukungan dari distributor pupuk untuk mengirim pupuk ke rekanan penyalur lebih tepat waktu. (Elsoli P/Cipto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar