Maumere, Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD TC. Hillers Maumere pada periode November 2009 hingga 5 Januari 2010 meningkat drastis dan terus bertambah bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama periode ini jumlah penderita DBD sebanyak 68 kasus, dua pasien di antaranya meninggal dunia: Marta 3thn asal Kelurahan Madawat yang meninggal 6 Desember dan Ana Lado 7bln asal Misir yang meninggal 26 November lalu.Sementara jumlah penderita DBD periode sebelumnya hanya di bawah 30 kasus dan tak ada yang meninggal dunia.
Direktur RSUD TC. Hillers Maumere, dr. Asep Purnama yang didampingi Kepala Instalasi Rawat Inap Erlinda P. Gae, Kepala Ruang Melati/Ruang Anak Wihelmina da Wida, dan Kepala Puskesmas Kota dr. Clara Yosefine Francis kepada AlokNews di sela-sela kunjungan pasien DBD RSUD TC.Hillers Maumere, Selasa (05/01) menjelaskan sebagian besar pasien DBD ini dialami anak-anak dan balita. Diakuinya, selama bulan November tercatat 20 anak/balita menderita DBD, sedangkan selama Desember jumlah penderita sebanyak 25 anak. “Jumlah pasien DBD selama Januari 2010 ini terus membludak. Di ruang anak saja terdapat 8 pasien, tidak termasuk pasien yang dirawat di Ruang Pavilium dan Ruang lainnya di RSUD Maumere,” kata Asep.
Asep mengakui ada juga pasien DBD yang terpaksa ditampung sementara di Ruang UDG karena kapasitas pasien di Ruang Anak melampaui jumlah tempat tidur yang ada. “Sekitar dua pasien DBD masih ditampung sementara di Ruang UGD. Pasien yang ada belum bisa masuk Ruang Anak, karena kapasitas pasien di Ruang Anak/Melati sudah melampaui jumlah tempat tidur yang disediakan,” kata Asep.
Menurut Asep dengan membludak dan meningkatnya pasien DBD, maka kondisi pasien lainnya yang dirawat di RSUD Maumere sangat tidak nyaman. “Karena itu, saya minta agar semua pihak bertanggung jawab mencegah kasus DBD,” sarannya.
Upaya pencegahan, lanjutnya, dapat dilakukan di antaranya melalui gerakan menguras, membersihkan, dan menguburkan segala benda yang berpotensi bagi pengembangbiakan nyamuk penyebab DBD. “Upaya tiga M ini harus dilakukan plus menghindari kasus gigitan nyamuk,” katanya.
Kepala Ruang Anak/Melati Wihelmina da Wida Flores Pos menjelaskan jumlah pasien yang rawat inap di unit yang dipimpinnya posisi Selasa (05/01) sebanyak 48 orang, sementara jumlah tempat tidur hanya 38 buah. “Pasien anak yang ada sudah melampaui jumlah tempat tidur yang disediakan,” kata Wida.
Kategori penyakit pasien yang dirawat, urainya, DBD sebanyak 8 orang, diare 6 orang, dan sisanya pasien malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Delly Pasande yang dikonfirmasi terpisah melalui telepon selulernya, membenarkan adanya peningkatan kasus DBD di Kabupaten Sikka dalam dua bulan terakhir.
Pasande mengaku pihaknya telah menugaskan Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Iskak Latiantoro untuk melakukan pengasapan di setiap lokasi yang sudah dinyatakan positif DBD. “Saya sudah tugaskan Pak Iskak Latiantoro untuk koordinasi lakukan pengasapan dan upaya pencegahan lainnya,” kata Pasande.
Untuk diketahui DBD disebabkan infeksi virus dengue. Penularan virus ini diperantarai dua jenis nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini mengisap virus dengue dari seorang penderita dan menularkannya kepada orang yang sehat melalui seorang penderita. Melalui gigitan kedua nyamuk ini, virus dengue masuk ke tubuh manusia yang kemudian berkembangbiak dan menginfeksi manusia.Natan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar