GUBERNUR BERTEMU PARA USKUP SEDARATAN FLORES

MaumereHMS, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya dan para Uskup sedaratan Flores menggelar pertemuan untuk mensinkronkan sejumlah upaya pemberdayaan ekonomi umat yang dijalankan selama ini baik oleh pemerintah dan gereja. Pertemuan berlangsung di Aula Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret Selasa (13/3).

Hadir dalam pertemuan tersebut para Uskup sedaratan Flores dan Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San wakil Bupati Sikka, dr. Wera Damianus, MM. Rombongan dari Propinsi, Kepala Biro Kesra, Drs. Aloysius Dando, Kasat POL PP Drs. Frans Lasa, Dr. Marius Djelamu Kabid pada Bappeda dan Kabag Humas dan Protokol Drs. Antonius Baba Wakil Provinsial Ende Philipus Tule, SVD., wakil Provinsial Ruteng Pater Kons Beo, SVD, Preses Ritapiret Romo Ewald M. Sedu,Pr. Romo Herman Yoseph Pr.
Dalam pertemuan tersebut, Drs. Gubernur Frans Lebu Raya menyebutkan program anggur merah sebagai salah satu program pemerintah NTT untuk memberdayakan ekonomi rakyat, yakni pemberdayaan di bidang pertanian, peternakan, koperasi, serta bidang ekonomi makro dan mikro lainnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Gubernur mengajak para Uskup sedaratan Flores untuk mendorong umat dan masyarakat untuk mensukseskan pelbagai program yang ada, dan disinkronkan dan program-program pemberdayaan ekonomi umat oleh para uskup di keuskupan masing-masing.
Mgr. vinsensius Sensi Potokota, Pr. Selaku moderator dalam pertemuan tersebut, memberikan kesempatan kepada para uskup untuk memberikan catatan kritis dan masukan terkait program dikeuskupan masing-masing yang dapat disinkronkan dengan program pemerintah.
Uskup Maumere, Mgr. G. Kherubim Pareira, SVD. Mengatakan salah satu program keuskupan Maumere yang dapat disinkronkan dengan program pemerintah propinsi adalah, pemberlakukan program ONE DAY NO RACE ( satu hari tanpa nasi). Dimana pihak keuskupan mendorong umat untuk mengkonsumsi makanan local pada setiap hari Jumad.
Sementara wakil provincial Ende, pater Philipus Tule, mengangkat fenomena pro kontra dengan kehadiran tambang di NTT. Menurutnya warga atau masyarakat yang menolak tambang melakukan aksi penolakan karena melihat adanya dampak negative dari aktifitas tambang, yakni ; kerusakan alam yang merugikan masyarakat. Tambang sering mengabaikan aspek lingkungan, sehingga “meminta Gubernur untuk bisa menyokapi hal ini”
Menanggapi pertanyaan pater Philipus Tule, Frans Lebu Raya menjelaskan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan semua aspirasi yang berkembang dengan melakukan suatu kajian, apakah penambangan yang ada memberikan manfaat bagimasyarakat daerah, atau kalau memang merugikan, mangapa dipertahankan, dan kalu memang menguntungkan, mengapa tidak diperjuangkan. Penambangan yang ada harus memberikan bagi masyarakat, manfaat bagi daerah dan tidak merusak lingkungan. Hal inilah yang perlu di kaji secara serius.
Usai pertemuan Gubernur Frans Lebu Raya juga menyerahkan dana bantuan sebesar Enam Ratus Juta Rupiah kepada para Uskup sedaratan Flores, yakni keuskupan Agung Ende,keuskupan Ruteng, keuskupan Maumere, dan keuskupan Larantuka, masing-masing mendapat Rp. 150. Juta.
Dana bantuan tersebut, akan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi umat seperti peningkatan ternak, atau usaha ekonomi produktif lainnya. Dana yang diserhkan sudah dalam bentuk APBD 2012, sejak saya menjadiGubernur NTT, alokasi dana pemberdayaan seperti ini sudah berjalan. Katanya. (Cipto/Humas)

1 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

    BalasHapus