Maumere, Usaha pencarian terhadap korban kapal motor Tersanjung yang tenggelam di Tanjung Watu Manuk sekitar 50km dari arah Barat Kota Maumere masih terus dilakukan. Tim pencari korban yang terdiri dari gabungan SAR, Tagana, DKP dan Polair dari Polres Sikka hari ini Minggu 24 Oktober 2010 kembali menyisiri wilayah pantai Utara Barat perairan Kota baru-Ndondo (kabupaten Ende). Sehari sebelumnya Sabtu 23 Oktober 2010 tim pencari korban yang bergerak dari pagi jam 06.00wita menyusuri Tanjung Watu Manuk, Pulau Sukun, Pulau Pemana hingga ke Ndondo baru kembali pukul 18.00Wita dengan tangan hampa. Tim pencari yang dibentuk menjadi tiga ini (Polair, SAR, DKP) kembali ke Maumere mengisi kembali bahan bakar dan perbekalan untuk pencarian berikutnya.
Dari Posko BDPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menerima laporan kehilangan anggota keluarga yang ikut menumpang di kapal motor Tersanjung. Diantara pelapor terdapat seorang pelapor sekaligus korban selamat yang menanyakan kabar istri dan Keponakannya. Bapa Alexander Gapun (43thn) adalah korban selamat bersama 31 penumpang lain yang sempat di evakuasi ke RSUD TC. Hillers Maumere. Dalam kesempat tersebut Alex Gapun menceritakan kembali detik-detik menegangkan yang dialaminya bersama keluarganya. Menurut Gapun, dengan sangat yakin mengatakan bahwa kapal berangkat dari Uwa-Palue pukul 11.07. “saya keluarkan hp waktu kapal mulai jalan” ujarnya. “saat itu laut sangat tenang, tidak ada tanda-tanda mau hujan atau ombak”, lanjut suami dari Maria Piadi asal desa Aibura ini.
Cuaca tiba-tiba Berubah
Cuaca mulai memburuk kurang lebih dua jam setelah mereka meningalkan Palue, saat mendekati momen naas tersebut Gapun mengatakan bahwa kurang lima jam satu (12.55 wita) gelombang dan badai begitu dasyat. Sehingga kapal tersebut diguling ombak kearah kanan sekaligus membalik dan mematahkan dek atas kapal, saat itu ia hanya berusaha untuk naik ke permukaan air. “kapal itu kebek ”!! ujar Gapun . “kami ikut masuk dalam laut, saat itu saya hanya pikir untuk berenang ke atas permukaan laut...”. Saat muncul di permukaan air ia masih sempat melihat istrinya muncul dari bawah perahu yang terbalik, kemudiaan disuruhnya berpegangan di krah baju, namun beberapa saat kemudian sebuah gelombang memisahkan kembali Gapun dan istrinya yang hingga kini belum ada kabar beritanya.
Menurut Gapun, ia dan sisa penumpang lainnya hanya bertahan di sisa pecahan kapal yang terapung sambil menunggu bantuan. Kemudian salah seorang penumpang yang namanya Frans Sinde berenang dengan sepotong kayu ke arah pantai untuk meminta bantuan pada nelayan yang ada dipantai. “Saat bapak itu datang dengan dua perahu nelayan saya langsung memeluknya dan menggucapkan terimakasih, bapak itu anggota Dewan (DPRD)”, kata Gapun.
Namun saat melihat daftar korban selamat yang dikeluarkan oleh RSUD TC. Hillers nama Frans Sinde tidak ditemukan, padahal nama Alexander Gapun dan 31 korban lainnya tercatat.
Seluruh penumpang berhasil didaratkan pada pukul 18.00 Wita atau enam sore dipantai kampung Nua Naga (Kab. Ende), kemudian dari situ sebagian diarahkan ke Puskesmas Ndondo dan Aula paroki. Selanjutnya mereka dikawal menuju Maumere oleh Polres Ende.
Hingga kini Maria Piadi (47thn), Dince (23thn), Maria Novianty (19thn) dan sejumlah penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim pencari korban. Walaupun kecil kemungkinan bertahan namun usaha pencarian ini harus terus dilakukan. (top)
saya ikut berduka cita atas musibah yg menimpa keluarga besar maumere tercinta e,
BalasHapusAssalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda
BalasHapus